News & Updates
 
Buat anda yang ternyata seorang pendusta

Pernahkah anda berdusta? Atau berdusta sudah mendarah daging dalam kehidupan anda?
Antara dusta dan keinginan untuk menjadi wanita solehah dan bijaksana, dapatkah seiring sejalan..?

Renungkanlah beberapa informasi berikut ini, agar anda selamat dari akibat berdusta dan selagi masih diberi kesempatan, akuilah bahwa anda telah melakukan dusta ke orang-orang terdekat anda atau orang-orang lain agar anda mendapat maaf dari mereka yang pernah anda dustakan.

1) Al-Quran surat Adz-Dzaariyaat ayat 10: “Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta”.
   
    Ternyata Allah SWT mengutuk orang-orang yang berdusta, masih mau berdustakah anda?

2)  “Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga: Jika berkata ia bohong/dusta, jika berjanji ia mengingkari, dan jika dipercaya ia berkhianat.” (Muttafaqun ‘alaih) 

Anda mau mendapat julukan baru, yaitu si munafik?

3) “Berpeganglah kalian kepada kejujuran, karena itu akan membimbing kepada kebaikan, dan kebaikan itu akan membimbing ke surga. Senantiasa seorang hamba berbuat jujur dan membiasakan sifat ini hingga dia dicatat di sisi Allah ta’ala sebagai seorang yang shiddiq (jujur). Berhati-hatilah kalian dari dusta,karena dusta itu akan membimbing kepada kejahatan, dan kejahatan itu akan membimbing ke neraka. Senantiasa seorang hamba berdusta dan membiasakannya hingga dicatat di sisi Allah ta’ala sebagai seorang pendusta”. (Hadits Riwayat Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, Malik, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ad-Darimi, sedangkan lafadznya dari Muslim)

4) Diriwayatkan dari Samurah bin Jundab r.a, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, "Aku melihat orang yang mendatangiku dan mereka berkata, 'Orang yang engkau lihat mulutnya dikoyak tadi adalah seorang pendusta. Ia berbohong hingga kebohongannya tersebut dibebankan kepadanya sampai mencapai ufuk. Ia diberi beban seperti itu hingga hari kiamat'," (HR Bukhari [6096]).

 

Pendapat umum:

Sebagian besar orang menyangka bahwa istighfar dan taubat hanyalah cukup dengan lisan semata. Sebagian mereka mengucapkan “Artinya : Aku mohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya”.

Tetapi kalimat-kalimat di atas tidak membekas di dalam hati, juga tidak berpengaruh dalam perbuatan anggota badan. Sesungguhnya istighfar dan taubat jenis ini adalah perbuatan orang-orang dusta.

 

Sedemikian bahayakah dusta? Ya, dan dusta yang lebih nista terjadi ketika seseorang mendustai kata hatinya sendiri.

 

Jadi, kalau anda masih menginginkan menjadi manusia yang beriman seperti disebutkan dalam beberapa ayat berikut:

 

"(1) Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yg beriman. (3) Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. (8) Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya."

(QS.Al-Mukminun (23) 1, 3, 8)  

 

Segeralah bertobat…